Amal Yang dicintai Allah
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Aḥabbul-a‘māli ilallāhi adwamuhā wa in qalla.
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus (istiqamah), meskipun sedikit."
(HR. Bukhari no. 6464 dan Muslim no. 783)
Hadis ini mengajarkan bahwa Allah lebih mencintai amal yang konsisten daripada amal yang besar tetapi hanya dilakukan sesekali lalu ditinggalkan.
Contohnya:
Bersedekah Rp2.000 setiap hari lebih baik daripada bersedekah Rp500.000 sekali lalu berhenti sama sekali.
Membaca Al-Qur'an satu halaman setiap hari lebih baik daripada membaca satu juz sekali lalu tidak membaca lagi selama berbulan-bulan.
Salat tahajud dua rakaat setiap malam lebih utama daripada delapan rakaat tetapi hanya sekali-sekali.
Hikmah untuk sedekah
Bagi gerakan pembangunan masjid atau wakaf, hadis ini sangat relevan. Tidak semua orang mampu memberi dalam jumlah besar, tetapi hampir semua orang mampu bersedekah sedikit secara rutin. Sedekah harian, mingguan, atau bulanan yang istiqamah dapat menjadi amal jariyah yang sangat dicintai Allah.
"Allah tidak melihat besarnya nominal sedekah semata, tetapi mencintai amal yang terus hidup dalam keistiqamahan, meskipun nilainya kecil."
Komentar
Posting Komentar